Yogyakarta – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tengah didorong pemerintah diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Melalui koperasi, pemerintah berupaya memperkuat perekonomian desa, meningkatkan kesejahteraan anggota, serta memperluas akses pembiayaan dan pemasaran bagi pelaku usaha lokal. Namun, keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh besarnya dukungan pemerintah, tetapi juga oleh kualitas tata kelola organisasi yang dijalankan.

Di tengah berkembangnya koperasi di berbagai daerah, penerapan prinsip-prinsip manajemen dinilai menjadi kebutuhan utama agar koperasi mampu tumbuh secara sehat, transparan, dan berkelanjutan. Tanpa pengelolaan yang baik, koperasi berpotensi menghadapi berbagai tantangan, seperti lemahnya pengawasan, pengelolaan keuangan yang kurang optimal, hingga rendahnya partisipasi anggota.

Dosen Program Studi Manajemen Universitas Alma Ata, Dimas Wibisono, S.E., M.B.A., mengatakan bahwa koperasi pada dasarnya merupakan sebuah organisasi yang memerlukan sistem manajemen yang profesional agar mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

“Koperasi tidak cukup hanya memiliki modal dan anggota. Agar mampu berkembang, diperlukan manajemen yang baik, mulai dari perencanaan program kerja, pengelolaan keuangan, kepemimpinan, hingga pengawasan terhadap setiap aktivitas organisasi. Tata kelola yang profesional akan meningkatkan kepercayaan anggota dan memperkuat keberlanjutan koperasi,” ujarnya.

Menurut Dimas, dalam perspektif ilmu manajemen terdapat empat fungsi utama, yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan atau kepemimpinan (leading), dan pengendalian (controlling). Keempat fungsi tersebut perlu diterapkan secara konsisten agar koperasi mampu mengelola sumber daya secara efektif sekaligus memberikan manfaat nyata bagi para anggotanya.

Ia menjelaskan bahwa proses perencanaan membantu koperasi menetapkan arah dan target usaha, sementara pengorganisasian memastikan setiap pengurus memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas. Di sisi lain, kepemimpinan yang efektif berperan dalam membangun kolaborasi antaranggota, sedangkan pengendalian menjadi instrumen untuk mengevaluasi kinerja dan menjaga akuntabilitas organisasi.

“Keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari besarnya aset atau omzet, tetapi juga dari kemampuan pengurus dalam menjalankan organisasi secara transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan anggota. Prinsip-prinsip manajemen menjadi fondasi untuk mewujudkan hal tersebut,” jelasnya.

Selain itu, Dimas menilai bahwa perkembangan teknologi digital juga perlu dimanfaatkan oleh koperasi untuk meningkatkan efisiensi pelayanan. Digitalisasi administrasi, pencatatan keuangan, hingga pemasaran produk dapat membantu koperasi bekerja lebih efektif sekaligus memperluas akses pasar bagi para anggotanya.

Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi faktor yang tidak kalah penting. Pengurus dan pengelola koperasi perlu memperoleh pelatihan mengenai manajemen organisasi, pengelolaan keuangan, kepemimpinan, dan pemanfaatan teknologi agar mampu menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis.

“Investasi terbesar dalam koperasi bukan hanya pada modal, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusianya. Ketika pengurus memahami prinsip manajemen dan mampu menerapkannya secara konsisten, koperasi akan lebih siap berkembang serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

Di lingkungan akademik, Program Studi Manajemen Universitas Alma Ata turut mendorong lahirnya lulusan yang memahami tata kelola organisasi, kewirausahaan, dan strategi bisnis yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Kompetensi tersebut dinilai relevan untuk mendukung penguatan koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan.

Semakin berkembangnya Program Koperasi Merah Putih di berbagai daerah, penerapan ilmu manajemen diharapkan tidak hanya memperkuat tata kelola organisasi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan anggota, memperluas peluang usaha, serta menjadikan koperasi sebagai lembaga ekonomi yang mampu bersaing dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.