Brebes – Kemampuan akademik bukan satu-satunya bekal yang dibutuhkan mahasiswa ketika memasuki dunia profesional. Kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, memimpin, menyelesaikan masalah, dan beradaptasi menjadi keterampilan yang semakin penting dalam menghadapi lingkungan kerja yang dinamis.

Kemampuan tersebut akan mendapatkan ruang praktik ketika mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Alma Ata mengikuti KKNT di Brebes pada Agustus 2026.

Selama berada di masyarakat, mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan program yang telah direncanakan, tetapi juga menghadapi situasi yang dapat berubah. Perbedaan karakter masyarakat, pembagian tugas dalam kelompok, keterbatasan sumber daya, hingga kebutuhan untuk mengambil keputusan menjadi bagian dari pengalaman lapangan.

Penelitian mengenai magang menunjukkan bahwa pengalaman langsung dapat membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, berpikir kritis, dan pemecahan masalah. (Duncan et al., 2017)

Dosen Program Studi Manajemen Universitas Alma Ata, Dimas Wibisono, S.E., M.B.A., mengatakan bahwa kegiatan lapangan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan interpersonal yang selama ini dikembangkan melalui pembelajaran dan kegiatan kampus.

“Ketika berada di masyarakat, mahasiswa tidak bisa bekerja sendiri. Mereka harus mampu berkomunikasi, membagi pekerjaan, menyelesaikan konflik, mengatur waktu, dan mengambil keputusan bersama. Di situlah soft skill benar-benar diuji,” ujarnya.

Menurut Dimas, kemampuan komunikasi menjadi salah satu keterampilan yang sangat penting dalam kegiatan KKNT. Mahasiswa harus mampu menyampaikan gagasan dengan bahasa yang mudah dipahami sekaligus mendengarkan masukan dari masyarakat.

Selain komunikasi, kepemimpinan dan kerja sama tim juga menjadi bagian penting. Setiap anggota kelompok memiliki tugas yang berbeda sehingga diperlukan koordinasi agar seluruh program dapat berjalan dengan baik.

Kemampuan memecahkan masalah juga menjadi pengalaman penting. Ketika rencana awal tidak berjalan sesuai harapan, mahasiswa harus mampu mengevaluasi kondisi dan mencari alternatif solusi.

Kajian sistematis mengenai pengembangan employability skills menemukan bahwa kegiatan seperti magang, pekerjaan, dan aktivitas sukarela dapat membantu mengembangkan keterampilan kepemimpinan, komunikasi, serta kemampuan sosial mahasiswa. (Otermans et al., 2024)

Dimas menilai pengalaman seperti KKNT memiliki nilai penting karena mahasiswa belajar menghadapi persoalan yang tidak selalu memiliki satu jawaban.

“Manajemen mengajarkan bahwa setiap masalah membutuhkan proses analisis sebelum keputusan dibuat. KKNT memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempraktikkan proses tersebut dalam situasi yang nyata,” katanya.

Melalui KKNT Brebes 2026, mahasiswa manajemen diharapkan tidak hanya membawa pengetahuan dari kampus ke masyarakat, tetapi juga membawa pulang pengalaman baru. Interaksi tersebut dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, adaptasi, dan pemecahan masalah sebelum mahasiswa memasuki dunia profesional.

Pada akhirnya, pengalaman lapangan bukan sekadar kegiatan tambahan dalam perkuliahan. Bagi mahasiswa manajemen, pengalaman tersebut menjadi ruang untuk membuktikan bahwa kemampuan mengelola manusia, pekerjaan, dan masalah membutuhkan lebih dari sekadar teori.