Brebes – Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) dapat menjadi pengalaman berbeda bagi mahasiswa karena proses pembelajaran tidak lagi berlangsung sepenuhnya di lingkungan kampus. Mahasiswa berhadapan langsung dengan masyarakat dan dituntut memahami persoalan yang muncul di lingkungan tempat mereka menjalankan program.

Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Alma Ata dijadwalkan mengikuti kegiatan KKNT di Brebes pada Agustus 2026. Kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan manajemen dalam konteks kehidupan masyarakat.

Berbeda dengan pembelajaran yang berfokus pada teori, kegiatan lapangan menuntut mahasiswa berinteraksi dengan masyarakat, memahami kebutuhan lokal, menyusun program, serta bekerja bersama anggota kelompok untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dosen Program Studi Manajemen Universitas Alma Ata, Dimas Wibisono, S.E., M.B.A., mengatakan bahwa pengalaman di masyarakat dapat memberikan pembelajaran yang tidak diperoleh hanya melalui perkuliahan.

“KKNT memberikan ruang kepada mahasiswa untuk menghadapi persoalan nyata. Mereka harus belajar berkomunikasi dengan masyarakat, menyusun prioritas, bekerja dalam tim, dan mencari solusi yang sesuai dengan kondisi setempat,” ujarnya.

Menurut Dimas, ilmu manajemen dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas KKNT, termasuk pengembangan potensi ekonomi masyarakat, pemasaran produk lokal, pengelolaan usaha, administrasi organisasi, serta pendampingan pelaku UMKM.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa juga perlu melakukan pengamatan terlebih dahulu sebelum menentukan program. Langkah tersebut penting agar kegiatan yang dilakukan tidak hanya berdasarkan asumsi mahasiswa, tetapi benar-benar mempertimbangkan kebutuhan masyarakat.

Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman memang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan yang bersifat praktis dan dapat diterapkan dalam berbagai situasi. Kajian mengenai pengalaman kerja mahasiswa menunjukkan bahwa interaksi dengan masyarakat dapat mendukung perkembangan kemampuan komunikasi, tanggung jawab, dan pemecahan masalah.

Dimas menjelaskan bahwa mahasiswa manajemen yang mengikuti KKNT perlu memahami bahwa masyarakat bukan sekadar objek kegiatan.

“Mahasiswa datang bukan untuk merasa paling tahu. Mereka harus mendengarkan, berdialog, memahami kondisi masyarakat, kemudian bersama-sama mencari solusi. Sikap seperti ini merupakan bagian dari pembelajaran kepemimpinan dan manajemen yang sangat penting,” jelasnya.

Pelaksanaan KKNT Brebes pada Agustus 2026 diharapkan menjadi pengalaman yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat. Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut dapat menjadi latihan untuk memahami persoalan secara langsung sekaligus membangun kemampuan beradaptasi di lingkungan yang berbeda.