Your content goes here. Edit or remove this text inline or in the module Content settings. You can also style every aspect of this content in the module Design settings and even apply custom CSS to this text in the module Advanced settings.

Yogyakarta – Perkembangan kecerdasan buatan generatif membuat teknologi semakin mampu membantu manusia menyelesaikan berbagai pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama. Kondisi tersebut turut memunculkan pertanyaan mengenai keterampilan apa yang perlu dipersiapkan mahasiswa agar tetap relevan ketika memasuki dunia kerja.

Bagi mahasiswa manajemen, jawabannya tidak hanya terletak pada kemampuan menggunakan teknologi. Kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, memimpin, bernegosiasi, berpikir kritis, dan mengambil keputusan justru menjadi semakin penting ketika sebagian pekerjaan teknis dapat dibantu oleh AI.

Kajian pendidikan di era AI menunjukkan bahwa kompetensi manusia seperti komunikasi, kolaborasi, pertimbangan etis, dan kemampuan interpersonal tetap memiliki peran penting meskipun teknologi semakin berkembang.

Dosen Program Studi Manajemen Universitas Alma Ata, Dimas Wibisono, S.E., M.B.A., mengatakan bahwa kemampuan menggunakan AI perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan keterampilan interpersonal mahasiswa.

“AI bisa membantu mengolah informasi, tetapi kepemimpinan, komunikasi, kemampuan membangun kepercayaan, dan kemampuan memahami orang lain tetap membutuhkan peran manusia. Karena itu, mahasiswa manajemen perlu mengembangkan kemampuan teknologi sekaligus soft skill,” jelasnya.

Menurut Dimas, mahasiswa yang memiliki kemampuan digital tetapi tidak mampu berkomunikasi atau bekerja sama akan menghadapi tantangan ketika memasuki organisasi. Sebaliknya, mahasiswa yang mampu menggabungkan teknologi dengan kemampuan interpersonal memiliki peluang lebih besar untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan kerja.

Pembelajaran manajemen, soft skill dapat dikembangkan melalui kegiatan presentasi, diskusi kelompok, studi kasus, organisasi mahasiswa, proyek bisnis, maupun penelitian. Aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berlatih menyampaikan gagasan, menghadapi perbedaan pendapat, membagi tugas, dan mengambil keputusan bersama.

Penelitian mengenai pembelajaran berbasis tim menunjukkan bahwa aktivitas kolaboratif dapat mendukung keterlibatan aktif, kerja sama, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Sementara itu, penelitian mengenai kesiapan mahasiswa manajemen menghadapi era AI menemukan adanya kebutuhan untuk memperkuat pendidikan AI dan pemahaman etika dalam kurikulum agar mahasiswa lebih siap menghadapi perubahan dunia kerja.

Karena itu, Program Studi Manajemen Universitas Alma Ata memiliki ruang untuk mengembangkan pembelajaran yang menggabungkan literasi AI dengan penguatan soft skill. Mahasiswa tidak hanya diarahkan menjadi pengguna teknologi, tetapi juga dipersiapkan menjadi individu yang mampu memimpin, berkolaborasi, berpikir kritis, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Di tengah perkembangan Gemini AI dan teknologi generatif lainnya, kemampuan manusia justru menjadi semakin bernilai. Teknologi dapat membantu menghasilkan informasi, tetapi manusia tetap diperlukan untuk menilai, memahami konteks, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas hasilnya.